Senin, 23 Mei 2016

PANTAI JODO

        Berawal dari rasa penasaran setiap lewat pantura gringsing. Ada jalan masuk lumayan lebar di lampu merah setelah jembatan kali kutho dari arah semarang. Dalam benak saya jalan itu mengarah ke laut jawa,pasti ada pantai mungkin juga tempat wisata atau bahkan jalan buntu berupa sawah dan tambak rakyat.
        Sabtu,30 april 2016. Berangkat dari semarang jam 8 pagi menuju ke comal pemalang dalam rangka menjemput anak istri. Saya menekatkan diri untuk mengobati rasa penasaran yang terpendam. Dari lampu merah gringsing saya langsung belok kanan menyusuri jalan kampung yang lumayan lebar. Setelah berkendara kurang lebih 2km ada papan petunjuk kecil berbentuk anak panah bertuliskan Pantai Jodo. Wow!!! Apa yang selama ini kubayangkan ternyata memang benar. Dari namanya aja sudah terbayangkan sebuah pantai yang romantis (tempat cari jodoh) mungkin?. Tapi herannya,kenapa tidak ada plang di jalur pantura yang menunjukan kalo disini ada tempat wisata pantai seperti ditempat2 lain.
        Aku berkendara mengikuti papan petunjuk,jadi kita tidak perlu takut tersesat. Jalurnya mulai mengecil,aspalnya juga banyak yang mengelupas. Dalam perjalanan kita akan menyebrangi rel kereta api,kita juga akan melewati sebuah pasar tapi saya lupa apa namanya. Setelah melewati pasar dan pemukiman kita akan disuguhi tanaman buah semangka juga melon di kanan kiri jalan. Kurang lebih 2km dari pasar kita juga akan menjumpai sebuah sungai yang dipenuhi kapal-kapal nelayan yang sedang bersandar. 1km berkendara dari jembatan di sungai tadi kita akan memasuki sebuah desa yang diatas gapura bertuliskan "daerah ini merupakan tempat latihan militer TNI AD". Setelah saya bertanya kepada penduduk dimana tempat pantai jodo. Tempatnya ada disamping utara desa ini,tapi saat ini akan dilangsungkan upacara penutupan latihan militer taruna AKMIL. Hadeeh tidak bisa leluasa menikmati keindahan pantai,pasti banyak larangan-larangan saat upacara. Tidak apalah,yang penting rasa penasaranku sudah terobati.
         Begitu masuk di kawasan pantai,terlihat sebuah pantai pasir hitam khas laut jawa yang lumayan luas. Tapi terkesan rapi dengan warung makan berderet di sebelah selatan. Antara warung dan bibir pantai ada ruang terbuka yang dipenuhi pepohonan. Jadi kita bisa bersantai dibawah rindangnyasedikit  se Tapi waktu itu hanya bisa menyruput secangkir kopi di warung sambil memandangi upacara yang sedang berlangsung.

         Setelah ngobrol panjang lebar dengan pemilik warung bahwa di sebelah barat ada tempat yang lumayan bagus. Namanya jembatan cinta dan tebing cinta yang dipisahkan oleh rel KA ganda. Tanpa berlama-lama setelah membayar kopi dan berpamitan dengan pemilik warung,langsung cusss kearah barat. Ternyata jembatan cinta hanya jembatan kayu biasa. Kalau tebing cinta terlihat lebih indah. Kalo kita menyempatkan untuk mendaki tebing,kita akan disuguhi pemandangan yang indah. Setelah dirasa cukup,saya langsung melanjutkan perjalanan ke pemalang. Tapi rute pulang beda sedikit dengan waktu masuk. Setelah pasar langsung lurus lewati rel. Nanti keluar di pantura pas disamping pombensin gringsing,jadi lebih mudah dan cepat.

         Ini sedikit foto-foto yang diambil dari jepretan kamera handphone jam 11-12 siang,jadi hasil kurang memuaskan.

Kamis, 14 April 2016

Curug Klenting Kuning


   Ahir bulan November 2015,dompet sudah mepet. Libur 2 hari sabtu minggu,melihat anak istri kelihatan suntuk kurang gairah. Terbesit pertanyaan,bagaimana anak istri bahagia tanpa menguras isi dompet terlalu dalam?.    Buka mbah goggle,browsing tempat wisata alam yang baru disekitaran mijen semarang. Ketemu nama curug yang asing ditelinga "curug klenting kuning". Setelah baca-baca bentar sudah paham rute nya. Minggu pagi semua bekal sudah siap. Tepat pukul 08.00 wib aku stater motor honda verza. Aku dan anak istriku sangat antusias di klayapan kali ini. Dari jatisari mijen motor ku geber menuju boja kendal. Sampai di perempatan taman makam pahlawan boja,kuambil arah kiri menuju limbangan - sumowono. Jalur yang akan dilalui berkelak-kelok naik turun jadi kita harus extra hati-hati. Tapi disepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan hijau nan indah. Kesejukan udaranya juga akan membuat hati dan jiwa kita terasa begitu tentram. Sebelum sampai curug klenting kuning banyak sekali plang kayu bertuliskan arah berbagai macam nama curug,tapi aku lupa namanya. Yang paling kuingat cuma curug panglebur dosa. Pengin mampir tapi  tetap ditujuan awal. Setelah berkendara kurang lebih 40 menit,tampak baliho besar bertuliskan curug klenting kuning motor langsung kubelokan kekiri. Jalan beton lebar 2 meter kanan kiri tanaman sayur khas pegunungan sekitar 200 meter kita sampai tempat parkir. Setelah bayar tiket Rp.3000/kepala dan parkir 1000,kita langsung dihadapkan dengan jalan setapak yang menurun. Karena tempat wisata ini masih dikelola warga sekitar jadi kita tidak usah berharap terlalu banyak. Cukup lumayan dengan tiket masuk Rp.3000. Bisa membuat kita fress setelah seminggu sibuk dengan pekerjaan. Taman dengan bunga warna warni menghiasi tempat ini. Gua buatan yang belum selesai. Perosotan,ayunan cukup untuk menyenangkan anak kita. Apabila kita tidak membawa bekal ada warung sederhana yang bisa menghilangkan rasa lapar kita. Sekian dulu cerita klayapan edisi curug klenting kuning. Tunggu aja tulisan klayapan berikutnya, tentu saja ditempat wisata yang lain .